Aplikasi SOS open-source Igatha bertujuan menyediakan komunikasi darurat secara offline di zona perang dan area bencana, namun para ahli komunitas menyoroti tantangan fisika fundamental yang membatasi efektivitasnya dalam skenario bencana dunia nyata.
Penetrasi Sinyal: Masalah Fisika
Ketika membahas kemampuan Igatha untuk membantu orang yang terjebak di bawah reruntuhan, para ahli frekuensi radio menunjukkan bahwa pita UHF Bluetooth menghadapi keterbatasan serius dalam menembus puing-puing. Hukum fisika dan teori antena menyajikan hambatan signifikan untuk komunikasi nirkabel melalui beton atau material bangunan. Sinyal Bluetooth kehilangan sekitar 25-30 dB (99,99% kekuatan sinyal) hanya melalui 30 cm reruntuhan beton. Keterbatasan fundamental ini tidak hanya mempengaruhi Bluetooth tetapi juga semua teknologi radio serupa termasuk LoRa dan jaringan seluler.
Untuk menembus reruntuhan secara efektif, Anda benar-benar membutuhkan pita ELF-VLF, (Itulah yang digunakan kapal selam/robot tambang/sensor seismik bawah tanah untuk mengeluarkan sinyal). Jelas itu tidak masuk akal. Segala sesuatu dari ELF hingga bahkan HF tidak mungkin digunakan dalam situasi di bawah reruntuhan karena alasan fisika.
Tantangan ini meluas melampaui kekuatan sinyal. Antena ELF-VLF yang tepat perlu berukuran sangat besar (ratusan kaki) agar berfungsi secara efektif, sehingga tidak mungkin dimasukkan ke dalam perangkat mobile.
Spesifikasi Aplikasi Igatha
- Platform: iOS (v1.0), Android (v1.0)
- Teknologi Komunikasi: Bluetooth Low Energy (BLE)
- Jangkauan Sinyal: 10-30 meter di dalam ruangan (lebih jauh di luar ruangan)
- Penggunaan Baterai: Dioptimalkan untuk siaran darurat yang berkepanjangan
- Sensor yang Digunakan: Akselerometer, Giroskop, Barometer (jika tersedia)
- Kebutuhan Internet: Tidak ada (sepenuhnya offline)
Penetrasi Sinyal Melalui Material
- Bluetooth (UHF): Kehilangan ~99,99% sinyal melalui 30 cm beton
- VHF (radio genggam): Sedikit lebih baik, ~12,5 cm penetrasi tambahan
- ELF-VLF: Penetrasi terbaik tetapi membutuhkan antena yang tidak praktis (ratusan kaki)
Metode Komunikasi Alternatif
Diskusi komunitas telah mengusulkan beberapa pendekatan alternatif yang mungkin mengatasi keterbatasan fisik ini. Komunikasi berbasis suara muncul sebagai solusi potensial, karena gelombang akustik mungkin dapat merambat lebih efektif melalui material padat dibandingkan gelombang radio. Namun, pendekatan ini menghadapi tantangannya sendiri, termasuk gangguan dari kebisingan terkait bencana dan keterbatasan kemampuan perangkat mobile untuk mendeteksi frekuensi suara tertentu.
Saran lain termasuk menggunakan getaran (menempatkan ponsel pada permukaan logam untuk mengirimkan sinyal mekanis), menerapkan pembacaan GPS awal sebelum konservasi baterai, dan mengeksplorasi teknologi yang digunakan dalam suar longsoran salju. Komunitas juga menunjuk pada sensor Rydberg dan pencitraan muon sebagai teknologi canggih potensial, meskipun ini tetap tidak praktis untuk implementasi perangkat konsumen.
Tantangan Adopsi dan Implementasi
Di luar keterbatasan teknis, Igatha menghadapi hambatan adopsi yang signifikan. Beberapa komentator mencatat bahwa alat respons bencana paling efektif ketika sudah terpasang secara default pada perangkat. Seperti yang diamati satu komentator, Anda tidak dapat mengunduh aplikasi ketika benar-benar membutuhkannya, dan kebanyakan orang tidak akan berpikir untuk mengunduhnya sebelum bencana terjadi.
Beberapa menyarankan bahwa daripada fokus pada adopsi individual, Igatha dapat berfungsi sebagai bukti konsep untuk meyakinkan pemilik platform seperti Apple dan Google untuk mengintegrasikan fungsionalitas serupa langsung ke dalam sistem operasi mereka. Pendekatan ini akan menyelesaikan masalah distribusi sekaligus berpotensi memanfaatkan teknologi eksklusif seperti jaringan BLE/mesh yang digunakan Apple untuk melacak perangkat.
Arah Pengembangan Masa Depan
Terlepas dari tantangan, anggota komunitas telah mengusulkan beberapa jalur pengembangan yang menjanjikan. Integrasi dengan sistem peringatan dini gempa bumi dapat meningkatkan kemampuan deteksi bencana aplikasi. Menerapkan fungsionalitas jaringan mesh dapat memungkinkan pesan peer-to-peer selama bencana, melayani kasus penggunaan tambahan seperti koordinasi berkemah di alam liar atau komunikasi dalam penerbangan jarak jauh.
Optimasi baterai tetap sangat penting, dengan saran untuk memancarkan sinyal SOS melalui senter dalam kode Morse, menerapkan pengalihan cerdas fitur-fitur yang menghabiskan banyak daya, dan menggabungkan pembelajaran mesin untuk mengurangi positif palsu dalam deteksi bencana.
Fisika perambatan gelombang radio mungkin membatasi apa yang mungkin dilakukan, tetapi Igatha mewakili langkah penting menuju penanganan kebutuhan komunikasi dalam skenario bencana. Seperti yang dicatat seorang komentator dengan tepat, meskipun tidak sempurna, aplikasi ini menyediakan potensi penyelamat di mana tidak ada alternatif lain.
Referensi: igatha