Dalam sebuah kisah peringatan tentang balas dendam di tempat kerja yang berakhir buruk, upaya seorang pengembang perangkat lunak untuk membalas dendam kepada pemberi kerjanya melalui sabotase digital telah mengakibatkan tuduhan kriminal serius. Kasus ini menyoroti konsekuensi hukum yang berat yang dapat terjadi ketika profesional TI menyalahgunakan pengetahuan teknis dan hak akses mereka terhadap mantan pemberi kerja.
![]() |
---|
Dalam kisah peringatan tentang balas dendam di tempat kerja, tindakan seorang developer telah menyebabkan konsekuensi hukum yang serius |
Insiden Kill Switch
Seorang pengembang berusia 55 tahun dari Houston bernama Davis Lu telah dinyatakan bersalah atas sabotase kriminal setelah membuat kill switch yang aktif ketika dia dipecat dari perusahaan manajemen daya listrik Eaton Corporation. Kode berbahaya tersebut melumpuhkan sistem perusahaan dan mengunci ribuan karyawan dari akun mereka secara global ketika dipicu pada September 2019. Lu kini menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara federal karena menyebabkan kerusakan yang disengaja pada komputer yang dilindungi.
Latar Belakang dan Motivasi
Lu telah bekerja untuk Eaton Corporation sejak November 2007, tetapi posisinya dikurangi selama restrukturisasi perusahaan pada 2018. Restrukturisasi ini mengurangi tanggung jawabnya dan aksesnya ke sistem perusahaan. Tampaknya khawatir bahwa perubahan ini mengisyaratkan pemecatannya yang akan datang, Lu menggunakan keterampilan teknisnya dan akses sistem yang tersisa untuk menanam malware yang dirancang untuk aktif jika dia dipecat.
Kronologi Peristiwa:
- November 2007: Davis Lu mulai bekerja untuk Eaton Corporation
- 2018: Restrukturisasi perusahaan mengurangi peran dan akses sistem Lu
- Pra-pemecatan: Lu membuat kode berbahaya termasuk kill switch
- 9 September 2019: Lu dipecat, memicu aktivasi kill switch
- 2021: Jaksa federal mendakwa Lu
- 2023: Lu dinyatakan bersalah setelah persidangan enam hari
Detail Teknis Sabotase
Pengembang tersebut membuat kode canggih yang mencakup beberapa komponen berbahaya. Dia mengimplementasikan loop tak terbatas yang dirancang untuk menghabiskan thread Java dengan terus membuat thread baru tanpa penghentian yang tepat, yang akan menyebabkan server crash atau sistem hang. Kode tersebut juga menghapus file profil rekan kerjanya dan memblokir upaya login.
Yang paling menonjol, Lu membuat kill switch yang dia beri nama IsDLEnabledinAD (singkatan dari Is Davis Lu enabled in Active Directory). Kode ini secara teratur memeriksa apakah akun Lu tetap aktif dalam direktori karyawan perusahaan. Selama akunnya tetap aktif, sistem berfungsi normal. Namun, ketika Eaton mengakhiri hubungan kerja Lu pada 9 September 2019, dan menonaktifkan akunnya, kill switch tersebut aktif secara otomatis.
Komponen Teknis dari Serangan:
- "Infinite loops" yang menciptakan thread Java tanpa terminasi yang tepat
- Kode yang menghapus berkas profil rekan kerja
- Sistem yang memblokir upaya login
- Kill switch bernama "IsDLEnabledinAD" yang memeriksa status akun Lu
- Mengenkripsi dan menghapus berkas pada laptop perusahaan
Dampak Luas dan Investigasi
Menurut Departemen Kehakiman, sabotase Lu berdampak pada ribuan pengguna perusahaan secara global. Eaton Corporation mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerugian ratusan ribu dolar, meskipun pengacara pembela Lu membantah angka ini, dengan berpendapat bahwa kerusakan hanya berjumlah sekitar 5.000 dolar Amerika.
Penyelidik dengan cepat melacak serangan tersebut kembali ke Lu. Kode berbahaya tersebut dieksekusi dari server pengembang perangkat lunak yang Lu miliki aksesnya dan berjalan di bawah ID penggunanya. Bukti lebih lanjut termasuk riwayat pencarian internetnya, yang berisi kueri tentang cara meningkatkan hak istimewa, menyembunyikan proses, dan menghapus file dengan cepat. Lu juga telah menghapus file terenkripsi dari laptop perusahaannya pada hari dia mengembalikannya.
Konsekuensi Hukum
Setelah persidangan selama enam hari, Lu dinyatakan bersalah atas satu tuduhan menyebabkan kerusakan yang disengaja pada komputer yang dilindungi. Tuduhan federal ini membawa hukuman maksimal 10 tahun penjara. Meskipun tanggal hukuman belum ditetapkan, Lu dilaporkan berencana untuk mengajukan banding atas putusan pengadilan.
Agen Khusus FBI Greg Nelsen berkomentar tentang kasus tersebut, dengan menyatakan: Sayangnya, Davis Lu menggunakan pendidikan, pengalaman, dan keterampilannya untuk sengaja merugikan dan menghambat tidak hanya pemberi kerjanya dan kemampuan mereka untuk menjalankan bisnis dengan aman, tetapi juga menghambat ribuan pengguna di seluruh dunia.
Implikasi Lebih Luas
Kasus ini menjadi pengingat keras tentang konsekuensi hukum serius yang dapat timbul dari sabotase digital dalam lingkungan profesional. Meskipun banyak orang mungkin berfantasi tentang membalas dendam pada pemberi kerja yang memecatnya, bertindak atas dorongan semacam itu—terutama melalui cara teknis—dapat mengubah kemunduran karir menjadi hukuman kriminal dengan konsekuensi yang mengubah hidup.
Bagi perusahaan, insiden ini menggarisbawahi pentingnya prosedur offboarding yang kuat dan protokol keamanan ketika karyawan dengan akses sistem yang signifikan dipecat. Sistem pemantauan yang tepat dan kontrol akses mungkin telah mendeteksi kode berbahaya Lu sebelum dapat diaktifkan atau membatasi dampaknya ketika dipicu.